Tak perlu sandiwara untuk menjadi terbaik..
Tak juga menjadi beda untuk mereka..
Kau tak cukup sadar orang lain berkata beruntungnya jadi kau..
Bila ada sesal, biarkan saja karena itu memang harus kau rasa..
Bukan dicerca atau dihina..
Karena hakekatnya Tangis, Tawa, Gelisah dan Ankara bagian dari diri kita..
Manusia kadang terbelenggu dan tak mudah melepaskan segala belenggu itu..
Yang perlu kau lakukan jadi Aku dan bukan Mereka..
Jadi Aku yang beruntung dan bukan yang setiap kali merasa nelangsa..
Hidup ini terlalu Indah untuk kau lukis dengan keluhanmu..
Hidup ini terlalu Bahagia untuk kau pahat bersama masa lalumu..
Masa lalu memang bagianku dan membentukku menjadi lebih kuat dan bukan lemah..
Membuatku lebih berani untuk menghadapi segala resiko tanpa menyerah..
Tak ada yang lebih baik selain menjadi AKU dan BUKAN MEREKA..
Sabtu, 16 November 2013
TAK PERLU JADI MEREKA CUKUP AKU..
Bagaikan Musik Jazz
Sampai sekarang saya masih tidak paham dengan salah satu jenis musik ini. But im so interesting with this music. Jadi karena hari ini ada event ngeyogjazz di sleman dan saya cuma bisa denger lewat Pamityang2an Qwertyradio saya pengen cerita about Jazz. Jadi karena saya sempet ikutan ngrasain jadi tukang pukul (red: main drum) sebenernya ada level yang pengen saya capai. Ya ini jenis musik Jazz. Tapi belum sampai level ini saya harus mengakhiri kursus saya karena suatu hal.
Saat saya mendengarkan musik Jazz kadang saya kurang paham antara beat dan harmonisasinya. Terkadang beat dan singkup drum saling berkejaran sedangkan alat musik melodis mengalun bermain seakan tanpa mempedulikan beat yang menderu. Tapi justru di situ asiknya ada kejutan di setiap permainan musik jazz. Mendengarkan musik jazz ini seakan dapat melihat akrobatik sirkus yang menyajikan berbagai macam harmonisasi yang menegangkan sekaligus menyenangkan. Menegangkan karena ada lompatan2an nada dan hentakan yang tak terduga. Menyenangkan karena seakan ada kejutan ditiap bar nadanya. Filosofi yang dapat ku ambil dari jenis musik jazz adalah hidup itu misteri sebagai manusia tak dapat mengetahui seperti apa masa depan kita nantinya. Semua itu sudah ada kondactor atau pemimpin musiknya. Ada masalah yang dapat di tempuh dengan tempo slow atau up beat. Bisa saja semua itu berubah berdasar kehendaknya. Cintai musik Indonesia, cintai pemusik lokal, support musik-musik Indonesia..
Jumat, 15 November 2013
Padamnya Toleransi NKRI
Ketika toleransi tak dapat ditegakkan..
Dan hantaman para mayoritas pada si minoritas semakin tinggi..
Sakit hati ini ketika saudaraku sesama Indonesian diharam-haramkan..
Lebih sakit ketika dikafir-kafirkan..
Keyakinan tak seharusnya menjadi jalan tuk bebas menilai seseorang kan?
Apapun itu tak seharusnya kau menyebut saudaramu, sesama rakyat Republik Indonesia seperti itu..
Tak ingatkah kau Majapahit, Sriwijaya pernah berjaya dan apa yang mereka percayai menjadi mayoritas?
Bahkan beberapa negara tetangga pernah menjadi saksi..
Ingat sekarang kita mayoritas namun darah yang ada dalam nadi ini adalah Indonesia..
Darah yang mengandung kebhinekaan bukan golongan atau faham tertentu..
Ingat kita ini INDONESIA..
Senin, 21 Oktober 2013
Seonggok Cinta Komputer Lama..
Ketika waktu tak lagi berpihak padamu..
Tangis jadi jawaban..
Hidup saling berotasi indahnya himpunan alam beserta isinya..
Mencoba scrool ke bawah dan ku temukan masa lalu..
Mencoba scrool ke atas dan masa depan menanti dengan setumpuk file harapan..
Rasa ini menanti tuk diupload diwaktu yang tepat..
Bagaikan buffering yang menanti youtube muncul..
Bagaikan Loading yang menanti download kebahagiaan..
Maka jika rasa ini adalah sebuah cerita ku ingin delete..
Namun semua rasa itu masih tersimpan rapi dalam restore..
Yang dapat ku backup jika Tuhan, Kau dan Aku berkehendak..
Jumat, 18 Oktober 2013
Ikhlas yang hakiki
Pekerjaan yang saya tekuni setahun belakangan ini membuat saya belajar jika kaya raya itu bukan kebahagiaan yang hakiki. Ada beberapa orang disekitarku yang sesungguhnya mampu dan berkecukupan. Namun mereka selalu saja merasa berkekurangan. Ya ditipulah, kehilangan harta ini itu. Seakan mereka tak pernah cukup atas apa yang mereka punya. Harta melimpah rumah ada kendaraan ada anak ada. Apa yang masih kurang?
Terkadang manusia keliru menafsirkan sebuah KeIkhlasan. Ikhlas tak harus menunggu segalanya hilang. Justru saat segalanya berada di genggamanmu itulah saat yang tepat untuk Ikhlas.
Ikhlas pun tak harus saat dihujani harta benda. Ikhlas menerima cobaan, ikhlas saat diberi ujian bahkan saat tertidurpun harus ikhlas jika saat membuka mata kau harus berpindah dimensi. Ikhlas itu menyerahkan segala pada Yang Maha Kuasa. Atas kuasa Dialah segalanya dapat dilampaui.
Apapun yang terjadi saya mencoba ikhlas,ku pasrahkan hidup dan matiku hanya padaMu Yaa Allah.. Aminn
Rabu, 02 Oktober 2013
Thankfull to Allah
Senin, 30 September 2013
Si Renta Penjual Buntil
Setiap pagi saat ku beranjak dari gubukku tuk ke ladang. Saat itu juga ku bertemu nenek tua penjaja *Buntil (Makanan dari daun talas dengan bumbu klapa pedas asli dari jawa). Kakinya yang terseok-seok dimakan umur tak mematahkan semangatnya untuk mencari sesuap nasi. Meski hasilnya tak pasti. Ia selalu menjajakan dagangannya dipagi hari. Dengan bakul yang di gendongnya dan *srengkot (Tas jinjing dari anyaman plastik) tak lupa ia bawa. Kadang iba seorang nenek renta menjajakan buntil keliling desa. Tapi satu yang membuatku salut ia tak pantang menyerah dan tak mengeluh setiap mengetuk pintu rumahku. Meski aku tak lantas membelinya setiap pagi ku jumpai ia dengan pertanyaan ramahnya *"Dik badhe tumbas buntil mboten?" (red: "dik mau beli buntil tidak?") begitu katanya. Rasanya tak adil bagiku yang masih muda tuk mengeluh. Ada ataupun tidak motivasi itu sebenarnya ada disekitarmu. Hanya saja kamu menyadarinya atau tidak.