Entah mengapa membiru. Membiru lalu menggerutu. "Sudahlah ia pasti tahu" gumamku dalam hati. Tat kala ada kaleng kosong bekas minuman bersoda ku tendang kuat-kuat. Happpp...
Terdengar suara kaleng itu jatuh, prankkk. Ku lihat kaleng itu remuk redam tak berbentuk tabung lagi. Rasanya aku menganalogikan tabung itu hatiku. Setelah diteguk nikmat-nikmat dibuang dan masih di tendang. Lebam sudah, lebam dan bernanah didalamnya. Tapi jika aku menikmati lebamnya aku tak dapat apa-apa. Ku biarkan lebam mengangga itu. Tak seorangpun tau sakitnya itu meski terseok-seok ku dibuatnya. Ada orang lewat ia hanya melihatku kemudian berlalu. Pandangannya menusuk ulu hati
Mengapa hanya aku yang rasakan? Apakah ia tak rasa ini sakit sangat?
Kurang meringis apa aku merasakan sakit hingga gigi berdecit. Tapi ingat itu ibumu,itu bapakmu dan itu sodaramu sanggup memapahmu di kegaduhan. Masih ada pula ia yang lamat-lamat memandangmu dari kejauhan tak untuk memapahmu tapi untuk mendoakanmu. Terlihat diwajah kau berkata semoga yang entah ku semogakan lekas berbenah dan bangkit. Banyak tugas yang harus di bahagiakan dan dibiasakan.
Senin, 06 April 2015
Lebam
Gerakan Amin Mengamini..
Mungkin kata amin dan mengamini masih jauh dari anganmu. Harapku tuk sebuah perubahan dan gerakan amin mengamini nampaknya masih harapan semu di pelupuk mata. Harapan yang tak kunjung tersebut masuk dalam list hidupmu. Itu artinya aku tak boleh bersantai. Segera move on bukan karena apa-apa atau siapa-siapa. Move on aku lakukan sebatas memantaskan diri di hadapanNya. Kelak jika Ia siap menghadiahiku, aku sudah pantas. Pantas tuk melangkah ke hari baru yang penuh denganmu di hari-hariku. Tidak boleh bosan tidak boleh benci karena mungkin separuh atau lebih hidupku akan dihabiskan denganmu. Dengan ia yang semula bukan apa-apa atau siapa-siapa kemudian harus selalu bersama dan tinggal bersama. Tuhan.. aku sedang persiapkan itu semua saling amin atau mengaminkan nantinya aku serahkan hasil akhirnya PadaMu. Aku pasrah bongkokan.
Rabu, 01 April 2015
Stasiun
Pagi ini aku bergegas berlari amat kencang menuju stasiun tujuanku.
Stasiun yang di kala itu aku meninggalkan hatinya tertatih lemah.
Sesampainya di sana kosong, seorang nenek renta menghampiri dan bertanya.
"Nak,siapa yang kau cari?" Tanya Nenek padaku. Dengan sesekali aku menghela nafas sisa lariku tadi aku coba menjawab. "Hmm ndak tau nek tiba-tiba hatiku ingin sekali singgah di sini" jawabku dengan terengah-engah. "Mau minum nak? Nampaknya kau binggung sekali?" tanyanya sembari tersenyum. "Ndak usah nek saya ada minum" jawabku sembari membalas senyumnya. Akupun berpamitan dan mencoba masuk ke salah satu gerbong kosong. Gerbong yang dulu pernah aku ambil gambarnya. Gerbong berkarat dan bau kencing ini pernah jadi saksi saat kita tertawa lepas. Keluar dari gerbong aku berjingkat di atas rel. Aku menyusurinya hingga sampai di persimpangan. Persimpangan yang selalu kita terobos meski lonceng portal sudah berbunyi. Hmm.. senangnya kala itu..
Jika sisa sisa ketersiaan harus di iklaskan,bagiku sisa sisa ketersiaan harus di perjuangkan. Sisa mungkin menjijikan tapi pasti ada ruang di situ. Ruang tuk bertumbuh sementara atau selamanya.
Tak Harap Tak Nyata..
Lelah...
Itu yang terbersit..
Ingin menyerah???
Tidak..
Aku hanya ingin rehat sejenak..
Hati dan otak sudak tumpul karena terkoyak..
Ingin rasa menyeruak tapi tak buatmu nyaman..
Aku harus pintar-pintar mengolah dan memanage..
Yaa self management atau other self management..
Entahlah aku tau jalan ini keliru, harusnya aku tak lewat jalan ini..
Ini terlalu berputar-putar..
Namun lelah sudah tuk kembali kejalan lainnya..
Ini sudah jauh,mereka yang aku kenal terlihat jauh karena menganggapku berbeda..
Tapi mau dikata apalagi? Perasaanku sudah ditelanjanginya aku malu tak tau harus apa?
Apa.. menyeka air mata? Sampai menangispun ku tak rasa..
Ini sendu..
ini syahdu..
Cerita yang layaknya sedih namun harus tetap di nikmati hingga berakhir bahagia (mungkin).
Sabtu, 03 Januari 2015
Sindu Kusuma Edupark
Beberapa waktu yang lalu DP BBM saya, saya pajang foto bersanding dengan sebuah bianglala raksasa. Beberapa teman berhasil saya tipu bahwa saya di Singapura, padahal wahana bermain lokalan aja cuma settinganya layaknya di luar negeri. Sekarang tidak perlu jauh-jauh buang duit ke Dufan, Tanjung Kodok, Trans Studio dsb. Buat kalian-kalian yang ada di wilayah jogja dan sekitarnya sekarang ada wahana bermain baru. Meski belum sebesar Dufan atau tanjung kodok tapi semenjak softopening hingga kemarin antusias pengunjung masih cukup membludak. Terbukti dari antrian pintu masuk dan permainan yg panjang dan mengular.
Wahana bermain ini di sebut SKE atau Sindu Kusuma Edupark. Berdasarkan keterangan pengelola SKE, " SKE adalah cabang dari Batu Night Spectakuler di Batu, Malang". Dengan ikon utamanya adalah Ferris Wheel atau bahasa jermannya "Dermolen". Dermolen yang disediakan di SKE bukan dermolen kelas "skatenan" apalagi pasar malem tp Dermolen yang cukup besar untuk diameter sekitar 48 m cukup untuk melihat jogja dan sekitarnya. Tips untuk naik dermolen ini, naiklah di sore hari sekitar pukul 4 atau 5. Waktunya singkat mungkin hanya sak udutan karena hanya berputar sekali.
Untuk biayanya awal masuk pengunjung akan membayar sesuai paket yang tersedia reguler 50rb, Duo 75rb dan Family 125rb. Dari pembayaran tersebut pengunjung mendapatkan kartu. Nantinya kartu tsb digunakan untuk masuk di wahana bermain yg ada di dalam SKE. Sistem kartu yang digunakan mirip dengan kartu timezone setiap pengunjung naik saldo di kartu pengunjung akan berkurang. Jika habis bisa di top up di counter-counter yang ada di dalam dengn minimal top up Rp. 50.000,-. Tiap wahana tarifnya berbeda-beda untuk tarif bisa cek di http://www.kusuma-edupark.com/?page=wahana .
Soal lokasi jangan khawatir gampang banget kok buat di jangkau baik roda 2 atau roda 4.
Dari Magelang:
Kalau udah sampai jombor tinggal ambil arah jl magelang sampe nemu puskesmas tegalrejo tinggal belok kanan jl jambon.
Dari Bantul:
Ambil arah jl magelang sampe pertigaan boplaz (borobudur plaza) maju kurang lebih 500 m ada pertigaan ke kiri jl jambon.
Kalo udah sampe jl jambon jarak kurang lebih 600 m untuk sampe ke SKE biasanya ferris wheel udah keliatan kok.
Meski wahana belum lengkap lumayan lah buat foto-foto. Selamat berlibur gaisss...
Selasa, 09 Desember 2014
Bangun dari Hibernasi
Hoaaammmm..
Serasa bangun dari hibernasiku yang panjang. Sekarang aku nglilir (terbangun sesaat) untuk menuliskan kebodohanku sebulan ini. Ini kisah kepekokanku yang kesekian kalinya. Beberapa bulan belakangan ini seorang lelaki (baca:Bajingan) mampir leyeh2 (beristirahat) dan sempat semende (menggelayut) di hatiku. Tak lama hanya sebulan, mungkin saktrainingan pegawai supermarket.
Dia datang dan mengatakan ingin menjalin hubungan denganku. Saat itu aku yang sedang gelo2nya. MengIyakan ajakannya, dan bodohnya aku tak mempersilahkan untuk memperjuangkanku terlebih dahulu. Beberapa kali bertemu tanpa babibuu apalagi sasisuuu dia datang. Hingga 2pekan iki ia tak menghubungiku. Jarene sibuk ra nduwe duit (alesan lanangan klasik). Hingga puncaknya kami sama sekali tak saling tanya kabar, tanya posisi bahkan tanya sdh boker apa belum pun tidak.
Aku ikuti saja permainannya, mulai diem2an, macak cuek2an sampai karambol aku ikuti. Sampai sekarang mberoh (tak tahu) opo hubunganku iki. Sodaranya yang notabene orang terdekatnya pun tak bisa memastikan ada apa dengan sodara kandungnya itu. Hanya clue bahwa jika kakaknya belum mapan ia tak kan serius dengan perempuan itu. Tapi bukan hak dia juga yang tak serius dan mendiamkan ku tanpa sebab seperti ini. Tak ada alasan jelas, tak ada kejelasan. Jika memang belum mapan yang jadi alasan, apasih definisi mapan? Mapan ki sik kepiye? Wong sik wes due perusahaan duit yang bejibun saja belum tentu hidupnya merasa mapan kok. Aku lebih suka menyebutnya berkecukupan dan bersyukur. Karena dengan merasa seperti itu sesusah apapun nantinya bisa saja kita merasa mapan, mapan itu hanya ungkapan orang lain pada mereka yang hidup lebih padahal kita tak pernah tahu isi di dalamnya seperti apa.
Hoaammsss ngantuk lagi aku lanjut tidur lagi gaaaiisss..
Cerita ini hanya cerita FTV belaka karena saya ndak sebodoh itu.. hahaha
Selasa, 19 November 2013
Sabar Gorky yang Menginspirasi
Tak banyak orang sukses menerima keadaan dirinya. Bahkan orang yang secara fisik sempurnapun belum tentu mampu menerima kekurangan baik dirinya maupun orang lain. Nah salah satu sosok yang menginspirasiku saat ini buat bekerja dan bersemangat menjalani hari adalah Sabar Gorky. Beliau adalah salah satu atlet terhebat yang dimiliki Indonesia menurut saya.
Sabar biasa ia dipanggil adalah atlet tuna daksa. Ketunaannya tak ia dapat sejak lahir namun tepatnya tahun 1996 ia mengalami kecelakaan kereta api yang mengakibatkan kehilangan salah satu kakinya. Karena kecelakaan tersebut kaki kanan sabar harus diamputasi.
Namun kehilangan kaki tak lantas menyurutkan semangatnya untuk hidup normal layaknya orang yang memiliki kaki.
Ia membuktikan pada HUT RI ke 66 ia mendaki gunung elbrus. Gunung tertinggi di benua eropa ini menjadi saksi tuna daksa asia pertama yang mencapai puncak elbrus. Meski berulang kali jatuh dan harus mendaki lewat jalur yang membahayakan itu tak menyurutkan niatnya untuk membanggakan Indonesia serta membuktikan bahwa keterbatasan fisik tak menghalangi niat jika mau berusaha.
Hebatnya lagi ia pernah didaulat untuk menjadi icon asean para games. Para games adalah event olahraga ASEAN untuk orang-orang berkebutuhan khusus. Saat event ini dibuka sabar gorky sambil membawa obor mulai menaiki tali bagiku itu terlihat sulit namun sabar dapat dengan cekatan menaiki tanpa kendala berarti. Setelah itu ia menuruni tali dengan flying fox. Sungguh Tuhan Maha Adil meski berkekurangan ia tak pernah menyerah. Sabar gorky sangat menginspirasi Semangatnya yang tak pernah padam membuatku semangat untuk meraih berbagai hal dan membanggakan orang disekitarku.
Senin, 18 November 2013
Rupa-Rupa Kamuflase Distorsi Hati
Kamuflase sifat yang penuh kepura-puraan dalam adaptasi keterasingan..
Sengaja aku menguji hati ini..
Namun rupanya derap distorsi hati hanya sekejap..
Sekejap lalu pergi..
Dan berubah menjadi detak jantung mengalun merdu penuh keikhlasan..
Kepergian tak selalu buruk..
Kepergian ini yang terbaik dan harus ku ambil benang merahnya..
Jika ini kusut dan harus aku jelajahi satu persatu maka telah ku temukan celahnya..
Celah yang membawaku pada dunia baru,hati baru,dan harapan baru..
Jangan pedulikan cacian hinaan dan tertawanya diatas bangkai nestapa..
Karena kamu itu Bisa..
Kamu bisa buktikan kalo kamu bisa jadi seseorang..
Hanya waktu yang menjawab,keburukan keterpurukan masa lalu tak kan membuatku terjerembab..
Heii im can handle it!!!!!
MASA LALU BUKAN KETERSIA-SIAAN BELAKA
Saat bersama kami bukan pribadi yang bersahabat..
Tak saling mengerti selalu egois..
Namun saat perpisahan melanda semua itu malah berbalik peduli satu dan lainnya..
Seakan kami berlarian dihijaunya padang rumput savana..
Kami tak lagi egois,tak lagi saling memaksa..
Kami saling mengerti..
Dewasa rupanya tak selamanya dalam satu..
Menjadi diri sendiri dan individu sendiri malah menjadi hal yang menyenangkan bagi kami..
Bebas bergurau dan berekspresi tak ada sakit hati bahkan sensi..
Setidaknya menjadi baik itu hal yang sudah ku lakukan..
Apapun hasilnya aku pasrah karena jalanku masih panjang..
Banyak yang perlu aku tuju dan aku bantu..
Ku biarkan kau menilai..
Ku biarkan kau menghina..
Tersenyum bangga atas pencapaianmu..
Namun semua itu akan ku buktikan,ku buktikan bahwa masa lalu bukan ketersia-siaan belaka..
Sabtu, 16 November 2013
TAK PERLU JADI MEREKA CUKUP AKU..
Tak perlu sandiwara untuk menjadi terbaik..
Tak juga menjadi beda untuk mereka..
Kau tak cukup sadar orang lain berkata beruntungnya jadi kau..
Bila ada sesal, biarkan saja karena itu memang harus kau rasa..
Bukan dicerca atau dihina..
Karena hakekatnya Tangis, Tawa, Gelisah dan Ankara bagian dari diri kita..
Manusia kadang terbelenggu dan tak mudah melepaskan segala belenggu itu..
Yang perlu kau lakukan jadi Aku dan bukan Mereka..
Jadi Aku yang beruntung dan bukan yang setiap kali merasa nelangsa..
Hidup ini terlalu Indah untuk kau lukis dengan keluhanmu..
Hidup ini terlalu Bahagia untuk kau pahat bersama masa lalumu..
Masa lalu memang bagianku dan membentukku menjadi lebih kuat dan bukan lemah..
Membuatku lebih berani untuk menghadapi segala resiko tanpa menyerah..
Tak ada yang lebih baik selain menjadi AKU dan BUKAN MEREKA..
Bagaikan Musik Jazz
Sampai sekarang saya masih tidak paham dengan salah satu jenis musik ini. But im so interesting with this music. Jadi karena hari ini ada event ngeyogjazz di sleman dan saya cuma bisa denger lewat Pamityang2an Qwertyradio saya pengen cerita about Jazz. Jadi karena saya sempet ikutan ngrasain jadi tukang pukul (red: main drum) sebenernya ada level yang pengen saya capai. Ya ini jenis musik Jazz. Tapi belum sampai level ini saya harus mengakhiri kursus saya karena suatu hal.
Saat saya mendengarkan musik Jazz kadang saya kurang paham antara beat dan harmonisasinya. Terkadang beat dan singkup drum saling berkejaran sedangkan alat musik melodis mengalun bermain seakan tanpa mempedulikan beat yang menderu. Tapi justru di situ asiknya ada kejutan di setiap permainan musik jazz. Mendengarkan musik jazz ini seakan dapat melihat akrobatik sirkus yang menyajikan berbagai macam harmonisasi yang menegangkan sekaligus menyenangkan. Menegangkan karena ada lompatan2an nada dan hentakan yang tak terduga. Menyenangkan karena seakan ada kejutan ditiap bar nadanya. Filosofi yang dapat ku ambil dari jenis musik jazz adalah hidup itu misteri sebagai manusia tak dapat mengetahui seperti apa masa depan kita nantinya. Semua itu sudah ada kondactor atau pemimpin musiknya. Ada masalah yang dapat di tempuh dengan tempo slow atau up beat. Bisa saja semua itu berubah berdasar kehendaknya. Cintai musik Indonesia, cintai pemusik lokal, support musik-musik Indonesia..
Jumat, 15 November 2013
Padamnya Toleransi NKRI
Ketika toleransi tak dapat ditegakkan..
Dan hantaman para mayoritas pada si minoritas semakin tinggi..
Sakit hati ini ketika saudaraku sesama Indonesian diharam-haramkan..
Lebih sakit ketika dikafir-kafirkan..
Keyakinan tak seharusnya menjadi jalan tuk bebas menilai seseorang kan?
Apapun itu tak seharusnya kau menyebut saudaramu, sesama rakyat Republik Indonesia seperti itu..
Tak ingatkah kau Majapahit, Sriwijaya pernah berjaya dan apa yang mereka percayai menjadi mayoritas?
Bahkan beberapa negara tetangga pernah menjadi saksi..
Ingat sekarang kita mayoritas namun darah yang ada dalam nadi ini adalah Indonesia..
Darah yang mengandung kebhinekaan bukan golongan atau faham tertentu..
Ingat kita ini INDONESIA..
Senin, 21 Oktober 2013
Seonggok Cinta Komputer Lama..
Ketika waktu tak lagi berpihak padamu..
Tangis jadi jawaban..
Hidup saling berotasi indahnya himpunan alam beserta isinya..
Mencoba scrool ke bawah dan ku temukan masa lalu..
Mencoba scrool ke atas dan masa depan menanti dengan setumpuk file harapan..
Rasa ini menanti tuk diupload diwaktu yang tepat..
Bagaikan buffering yang menanti youtube muncul..
Bagaikan Loading yang menanti download kebahagiaan..
Maka jika rasa ini adalah sebuah cerita ku ingin delete..
Namun semua rasa itu masih tersimpan rapi dalam restore..
Yang dapat ku backup jika Tuhan, Kau dan Aku berkehendak..
Jumat, 18 Oktober 2013
Ikhlas yang hakiki
Pekerjaan yang saya tekuni setahun belakangan ini membuat saya belajar jika kaya raya itu bukan kebahagiaan yang hakiki. Ada beberapa orang disekitarku yang sesungguhnya mampu dan berkecukupan. Namun mereka selalu saja merasa berkekurangan. Ya ditipulah, kehilangan harta ini itu. Seakan mereka tak pernah cukup atas apa yang mereka punya. Harta melimpah rumah ada kendaraan ada anak ada. Apa yang masih kurang?
Terkadang manusia keliru menafsirkan sebuah KeIkhlasan. Ikhlas tak harus menunggu segalanya hilang. Justru saat segalanya berada di genggamanmu itulah saat yang tepat untuk Ikhlas.
Ikhlas pun tak harus saat dihujani harta benda. Ikhlas menerima cobaan, ikhlas saat diberi ujian bahkan saat tertidurpun harus ikhlas jika saat membuka mata kau harus berpindah dimensi. Ikhlas itu menyerahkan segala pada Yang Maha Kuasa. Atas kuasa Dialah segalanya dapat dilampaui.
Apapun yang terjadi saya mencoba ikhlas,ku pasrahkan hidup dan matiku hanya padaMu Yaa Allah.. Aminn
Rabu, 02 Oktober 2013
Thankfull to Allah
Senin, 30 September 2013
Si Renta Penjual Buntil
Setiap pagi saat ku beranjak dari gubukku tuk ke ladang. Saat itu juga ku bertemu nenek tua penjaja *Buntil (Makanan dari daun talas dengan bumbu klapa pedas asli dari jawa). Kakinya yang terseok-seok dimakan umur tak mematahkan semangatnya untuk mencari sesuap nasi. Meski hasilnya tak pasti. Ia selalu menjajakan dagangannya dipagi hari. Dengan bakul yang di gendongnya dan *srengkot (Tas jinjing dari anyaman plastik) tak lupa ia bawa. Kadang iba seorang nenek renta menjajakan buntil keliling desa. Tapi satu yang membuatku salut ia tak pantang menyerah dan tak mengeluh setiap mengetuk pintu rumahku. Meski aku tak lantas membelinya setiap pagi ku jumpai ia dengan pertanyaan ramahnya *"Dik badhe tumbas buntil mboten?" (red: "dik mau beli buntil tidak?") begitu katanya. Rasanya tak adil bagiku yang masih muda tuk mengeluh. Ada ataupun tidak motivasi itu sebenarnya ada disekitarmu. Hanya saja kamu menyadarinya atau tidak.
Senin, 26 Agustus 2013
Sindoro dan Tidar
Saat jalan-jalan tadi pagi cuaca mendukung sekali untuk pengambilan gambar ini. Sindoro gunung yang berada di Wonsobo bersanding apik dengan Bukit Tidar di Kota Magelang. Magelang memang daerah yang dikelilingi gunung-gunung baik yang aktif seperti Merapi dan non aktif seperti Sindoro,Merbabu bisa dilihat hampir seluruh Magelang. Inilah asyiknya tinggal di Magelang. Konon ceritanya Bukit Tidar adalah pakuning / pakunya gunung di Pulau Jawa. Ya percaya gak percaya sih. Yang saya percaya jika manusia saling menjaga alamnya maka alam juga akan memberikan kontribusi juga bagi yang menjaganya.
Rabu, 21 Agustus 2013
Work Again and again
Setelah lebaran 2 minggu yang lalu. Saya masih setia menunggu pekerjaan itu. Meski menunggu saya tak keluar dari pekerjaan yang lama. Meski saya sudah sampai pada titik kebosanan saya. Saya hanya ingin mendapat yang lebih baik. Yah mengabdi pada negara sangat penting. Tapi kalau yang diabdi tidak menghargai mau bagaimana?
Ya jika diibaratkan ada beberapa pintu apa saya harus menunggu satu pintu itu terbuka bagi saya? Hmm saya senang bekerja sosial tapi para pekerja sosial diluaran sana yang saya tahu juga memiliki pekerjaan yang mumpuni untuk membiayai kegiatan mereka. Ya jika dibilang saat ini saya pekerja sosial memang tapi saya juga membutuhkan dana sosial. Jadi yaa resolusi saya setelah lebaran kemarin tetap cari yang lain tak terpaku pada satu pintu dan menunggunya terbuka untuk saya. Tapi cari pintu yang lain yang masih terbuka untuk saya. Dengan usaha,doa, dan sabar pasti dapat yang lebih baik dan yang terbaik. Amin
Jumat, 02 Agustus 2013
Bahagia itu Sederhana
Hmm liburan binggung mau ngapain so..
Nulis ajah dah..
Jadi sesuai judul bahagia itu sederhana. Saya pikir sendiri tu gak selamanya menyedihkan kok. Sendiri bikin saya tahu bahwa orang-orang disekelilingku emang sayang padaku mereka rela kasih segalanya buatku. Menurutku itu baru hakekat saling berkasih sayang. Tak punya apapun karena ku berikan segalanya hingga aku tak miliki apapun yang penting mereka bahagia itu kepuasan tersendiri bagiku. Itulah yang ingin ku lakukan untuk keluargaku,sebelum aku mempunyai keluarga sendiri. Aku ingin mereka telah bahagia dulu sebelum aku memang benar-benar memikirkan keluargaku kelak. Aku ingin memuaskan memberikan waktu,pikiran dan gelak tawa hanya untuk mereka.
Yeahh joyful is simple. Bahagia itu ketika melihat mereka dapat tersenyum meski keadaan sulit. Hanya itu... Yang ku harap buat mereka..
Love my mom,my dad,my brother,my sista so much..