Senin, 30 September 2013

Si Renta Penjual Buntil

Setiap pagi saat ku beranjak dari gubukku tuk ke ladang. Saat itu juga ku bertemu nenek tua penjaja *Buntil (Makanan dari daun talas dengan bumbu klapa pedas asli dari jawa). Kakinya yang terseok-seok dimakan umur tak mematahkan semangatnya untuk mencari sesuap nasi. Meski hasilnya tak pasti. Ia selalu menjajakan dagangannya dipagi hari. Dengan bakul yang di gendongnya dan *srengkot (Tas jinjing dari anyaman plastik) tak lupa ia bawa. Kadang iba seorang nenek renta menjajakan buntil keliling desa. Tapi satu yang membuatku salut ia tak pantang menyerah dan tak mengeluh setiap mengetuk pintu rumahku. Meski aku tak lantas membelinya setiap pagi ku jumpai ia dengan pertanyaan ramahnya *"Dik badhe tumbas buntil mboten?" (red: "dik mau beli buntil tidak?") begitu katanya. Rasanya tak adil bagiku yang masih muda tuk mengeluh. Ada ataupun tidak motivasi itu sebenarnya ada disekitarmu. Hanya saja kamu menyadarinya atau tidak.

Senin, 26 Agustus 2013

Sindoro dan Tidar

Saat jalan-jalan tadi pagi cuaca mendukung sekali untuk pengambilan gambar ini. Sindoro gunung yang berada di Wonsobo bersanding apik dengan Bukit Tidar di Kota Magelang. Magelang memang daerah yang dikelilingi gunung-gunung baik yang aktif seperti Merapi dan non aktif seperti Sindoro,Merbabu bisa dilihat hampir seluruh Magelang. Inilah asyiknya tinggal di Magelang. Konon ceritanya Bukit Tidar adalah pakuning / pakunya gunung di Pulau Jawa. Ya percaya gak percaya sih. Yang saya percaya jika manusia saling menjaga alamnya maka alam juga akan memberikan kontribusi juga bagi yang menjaganya.

Rabu, 21 Agustus 2013

Work Again and again

Setelah lebaran 2 minggu yang lalu. Saya masih setia menunggu pekerjaan itu. Meski menunggu saya tak keluar dari pekerjaan yang lama. Meski saya sudah sampai pada titik kebosanan saya. Saya hanya ingin mendapat yang lebih baik. Yah mengabdi pada negara sangat penting. Tapi kalau yang diabdi tidak menghargai mau bagaimana?
Ya jika diibaratkan ada beberapa pintu apa saya harus menunggu satu pintu itu terbuka bagi saya? Hmm saya senang bekerja sosial tapi para pekerja sosial diluaran sana yang saya tahu juga memiliki pekerjaan yang mumpuni untuk membiayai kegiatan mereka. Ya jika dibilang saat ini saya pekerja sosial memang tapi saya juga membutuhkan dana sosial. Jadi yaa resolusi saya setelah lebaran kemarin tetap cari yang lain tak terpaku pada satu pintu dan menunggunya terbuka untuk saya. Tapi cari pintu yang lain yang masih terbuka untuk saya. Dengan usaha,doa, dan sabar pasti dapat yang lebih baik dan yang terbaik. Amin

Jumat, 02 Agustus 2013

Bahagia itu Sederhana

Hmm liburan binggung mau ngapain so..
Nulis ajah dah..
Jadi sesuai judul bahagia itu sederhana. Saya pikir sendiri tu gak selamanya menyedihkan kok. Sendiri bikin saya tahu bahwa orang-orang disekelilingku emang sayang padaku mereka rela kasih segalanya buatku. Menurutku itu baru hakekat saling berkasih sayang. Tak punya apapun karena ku berikan segalanya hingga aku tak miliki apapun yang penting mereka bahagia itu kepuasan tersendiri bagiku. Itulah yang ingin ku lakukan untuk keluargaku,sebelum aku mempunyai keluarga sendiri. Aku ingin mereka telah bahagia dulu sebelum aku memang benar-benar memikirkan keluargaku kelak. Aku ingin memuaskan memberikan waktu,pikiran dan gelak tawa hanya untuk mereka.
Yeahh joyful is simple. Bahagia itu ketika melihat mereka dapat tersenyum meski keadaan sulit. Hanya itu... Yang ku harap buat mereka..
Love my mom,my dad,my brother,my sista so much..

Kamis, 01 Agustus 2013

My first story

Haii Dunia..

Mungkin kenalan itu hal pertama yang akan saya lakukan di Blog pertama saya ini.
Saya biasa dipanggil Titi. Beberapa orang mengatakan nama lengkap saya Nastiti Sri Mulatsih terlalu jadul banget. Namun rupanya dibalik nama saya itu saya bersyukur karena banyak orang menganggap saya orang sudah berumur. Namun itu semua tak masalah bagi saya karena itu banyak orang berkata sopan dan santun pada saya dikira saya udah tuwirr gitu..hehee : p
Setelah beberapa kali saya mencari tahu arti nama saya. Saya jadi ingat pepatah bahwa nama itu doa. Dan saya percaya orang tua saya tidak main-main memberikan nama buat anaknya. Jika ditelaah Nastiti itu berasal dari jawa yang kurang lebih artinya berhati-hati. Menurut saya nama itu sangat filosofis dimana orang tua saya berdoa agar saya lebih berhati-hati dalam segala hal yang bersangkutan dengan keputusan atau pilihan. Lanjut ke nama tengah saya Sri mungkin sudah banyak yang memiliki nama Sri, ditahun 50-60an nama ini sangat populer (mungkin ini yang membuat saya sedikit disegani anak 90an tapi namanya member tahun 50an..hahahaa). Sri itu berasal dari agama hindu atau india menurut keyakinan mereka Sri merupakan dewi panen. Di Indonesia masih sering diperingati hari bagi dewi sri ini, menurut orang-orang yang memperingati hari tersebut dewi sri selalu hadir setiap panen raya tiba. Yaa mungkin arti dari nama tengah saya adalah saya selalu membawa kebahagiaan tersendiri bagi orang-orang disekeliling saya. Sedangkan nama terakhir saya adalah Mulatsih. Nama tersebut juga diambil dari nama jawa yang artinya kurang lebih memiliki watak welas asih atau saling mengasihi. Sehingga bila digabung nama saya berarti Seseorang yang berhati-hati, memberikan kebahagiaan dan mampu mengasihi sesamanya. Dari situlah saya tidak malu lagi bila dipanggil Nastiti atau Sri. Saya yakin setiap mereka memanggil nama saya itu adalah Doa bagi saya.
Hmm kayanya introducing my selfnya segini dulu. Besok masih libur dan InsyaAllah ada cerita baru lagi..hihi berasa sok penting aja ya saya...

1 Agst 2013